Sabtu, 08 Juni 2013 - 07:54:09 WITA

Tipologi Wajah Bangunan Arsitektur Kolonial Belanda Di Kawasan Pabrik Gula Semboro-Jember

 

Penulis : Threesje A. Harimu

NIP : 19671128179702 2001


Penelitian Bersama : Antariksa dan Lisa Dwi Wulandari

 

ABSTRACT

Period of more than three centuries of colonization in Indonesia leaving a very wide influence, especially for architectural development in Indonesia. Relics of the colonial architecture, is a marker of age and be a 'soul' for the continuing life story of architecture with diverse background of its development, and has a distinctive and well being of historical value.

Necessary understanding/introduction and a good effort on the legacy of colonial architecture in order to survive, as a description of the journey of learning and culture that occurred in the past, so that future generations can look at the history of the area is reflected in the surrogate environment in the past and present as felt by previous generations.

Relics of the colonial architecture in the area of sugar factory still leave Semboro-Jember characteristics of buildings and Dutch colonial architecture environment. This study provides knowledge and understanding of colonial architecture through the introduction of one of the important building elements, namely face / façade.  The face of the building is the identity of a building, it is easy to be recognized, studied and identified. The face of a building, can show a representation of culture and community residents to the public. Purpose of the study using a descriptive survey method-ekspolratif with historical research, analysis, qualitative descriptive approach to the typology of the buildings face the Dutch colonial architecture is to identify and analyze the typology of the building faces the Dutch colonial architecture in the area-Jember Semboro Sugar Factory. 

Keywords: Typologi,The Facade of Building, Colonial Architecture, Sugar Factory

                  Zone


ABSTRAK

Masa kolonialisasi lebih dari 3 abad di Indonesia meninggalkan pengaruh yang sangat luas khususnya bagi perkembangan arsitektur di Indonesia.  Arsitektur peninggalan masa kolonial, merupakan penada jaman dan menjadi ‘jiwa’ bagi keberlangsungan kehidupan berarsitektur dengan dilatarbelakangi beragam kisah pembangunannya, dan memiliki keistimewaan tersendiri baik wujud maupun nilai sejarahnya. Diperlukan pemahaman/pengenalan dan suatu usaha yang baik tentang Arsitektur peninggalan masa kolonial agar dapat bertahan,sebagai gambaran      dan

pembelajaran terhadap perjalanan budaya yang terjadi dimasa lampau, agar generasi mendatang dapat melihat sejarah daerah yang tercermin dalam lingkungan binaannya pada masa lalu dan masa kini seperti yang dirasakan oleh generasi sebelumnya.

Threesje A. Noviane Harimu, ST adalah Staf Dosen pada Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Studi ini memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang arsitektur kolonial melalui pengenalan terhadap salah satu elemen bangunan yang penting, yaitu wajah/muka bangunan. Wajah bangunan merupakan identitas dari suatu bangunan, mudah untuk dapat dikenali, dipelajari dan diidentifikasi.  Wajah suatu bangunan, dapat menunjukan kebudayaan dan representasi komunitas penghuninya kepada publik.

Arsitektur peninggalan masa kolonial yang ada di Kawasan Pabrik Gula Semboro-Jember masih meninggalkan ciri-ciri bangunan dan lingkungan yang berarsitektur kolonial Belanda.  Tujuan studi dengan menggunakan metode deskriptif-ekspolratif dengan penelitian historis, analisa deskriptif-kulitatif dengan pendekatan tipologi terhadap wajah bangunan arsitektur kolonial Belanda adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis tipologi wajah bangunan arsitektur kolonial Belanda di Kawasan Pabrik Gula Semboro-Jember.

Kata kunci: Tipologi, Wajah Bangunan, Arsitektur Kolonial 

 


Dibaca: 1458 kali

Jika Penulis Tidak Memiliki Alamat Email Silahkan Anda Menghubungi Admin di web.teknik.unima@gmail.com

Isi Komentar :





0 Komentar :