Senin, 20 Mei 2013 - 17:03:00 WITA

Hubungan Manajemen Waktu Dan Intensitas Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran KKPI Di SMK Negeri 1 Tomohon

 

Penulis : Friti Disye Humokor

NIM : 08 311 777

frithycute@gmail.com


ABSTRAK

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara manajemen waktu dan intensitas belajar siswa pada mata pelajaran KKPI di SMK Negeri 1 Tomohon.

            Variabel dalam penelitian ini adalah manajemen waktu (X1) intensitas belajar (X2) dan hasil belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon, dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu dari 106 siswa diambil 30 siswa sebagai sampel. Untuk pengumpulan data digunakan angket atau kuesioner untuk mengambil data pada variable manajemen waktu dan intensitas belajar, sedangkan hasil belajar diambil dari nilai rata-rata mata pelajaran produktif.

            Dari hasil analisis diperoleh hasil koefisien korelasi (r) yang besarnya adalah r = 0,73, koefisien determinasi r2 x 100% = 53.29%. Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa 53.29% perubahan yang terjadi pada hasil belajar siswa dipengaruhi oleh manajemen waktu dan intensitas belajar. 

Kata kunci: Manajemen Waktu, Intensitas belajar

 

PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi telah membawah perubahan dihampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain bermanfaat bagi kehidupan manusia disisi lain juga dapat membawa manusia ke dalam era persaingan global. Oleh karena itu kita perlu terus menggembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya secara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisien.

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi  dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu selain guru yang harus menjalankan tugasnya secara optimal dengan mendasarkan diri pada manajemen waktu kerja yang baik untuk menunjang kinerja dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah, Siswa adalah subjek yang perlu mendukung proses ini dengan pengaturan waktu dan intensitas belajar yang maksimal. Hal ini sangat penting, karena pada kenyataannya saat ini secara khusus di SMK NEGERI 1 Tomohon, sebagian besar dari siswa yang sedang studi pada umumnya belum mampu mengatur waktu untuk belajar dengan baik.

Kenyataan ini yang membuat sehingga menurut hipotesis penulis, akan sangat berpengaruh pada manajemen waktu dan intensitas belajar mereka. Hal ini didukung dengan indikator-indikator yang terjadi; Siswa sering terlambat masuk sekolah, ada yang bahkan tidak masuk sekolah, Siswa banyak yang suka mondar-mandir di seputaran kompleks sekolah dan tempat-tempat umum lain pada jam pelajaran contohnya di kantin, warung internet, tempat penyewaan playstation, juga sering melakukan aktifitas sampai larut malam sehingga siswa sering terlambat masuk sekolah, dan masih banyak lagi indikator lain yang sering terjadi. Yang mengakibatkan hasil belajar siswa SMK N 1 Tomohon umumnya relatif rendah. Rendahnya hasil belajar tersebut tentu saja dipengaruhi oleh banyak hal. Baik masalah dari dalam diri siswa (internal) maupun masalah yang berasal dari luar diri siswa (eksternal). Berdasarkan pengamatan penulis di SMK N 1 Tomohon, menunjukan bahwa adanya permasalahan terhadap manajemen waktu dan intensitas belajar siswa. Kenyataan ini tentunya menjadi suatu kebiasaan yang akan merusak masa depan Siswa sendiri dan juga secara institusi, akan mempengaruhi kualitas lulusan sekolah.Melihat realitas sebagaimana digambarkan di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian skripsi mengenai: Hubungan Antara Manajemen Waktu Dan Intensitas Belajar dengan hasil belajar siswa Mata Pelajaran KKPI di SMK Negeri 1 Tomohon.

 

Deskripsi Teoretik

1.Pengertian Hasil Belajar

Menurut Soedijarto menyatakan bahwa hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil belajar dalam kerangka studi ini meliputi kawasan kognitif, afektif, dan kemampuan/kecepatan belajar seorang pelajar (Soedijarto,2004:25).

2.Pengertian Manajemen Waktu

Berbicara tentang Manajemen dalam hubungannya dengan Waktu, dikenal adanya suatu istilah yang disebut “Kekuasaan Akan Waktu” (Time Power). Dalam pemahamannya, kekuasaan akan Waktu berdiri pada tiga konsep dasar, yaitu sebagai berikut :

  1. Pengelolaan Waktu adalah keahlian khusus untuk mengontrol berbagai peristiwa. Manajemen adalah keahlian khusus atau kepandaian untuk mengontrol. Maka dalam upaya pengelolan Waktu yang seefektif mungkin dibutuhkan adanya kepercayaan diri (self Reliance) sebagai bagian inti karena dapat membantu  meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang sesuai mengenai cara mengontrol peristiwa yang diharapkan.
  2. Keserasian (congruity) merupakan keseimbangan (balance), harmoni, dan kecocokan antara peristiwa-peristiwa dalam hidup kita. Kita memerlukan sistem untuk membangun keseimbangan yang sesuai dalam pelaksanaan apa saja yang terjadi. Penentuan tujuan pokok dapat mencapai keserasian. Perencanaan tujuan tersebut harus didasarkan pada penilaian yang jujur dan realistis dari siapa kita dan apa yang paling kita hargai, yaitu prioritas paling vital atau sangat penting bagi kehidupan.
  3. Konsentrasi kekuasaan adalah kemampuan yang berfokus pada, dan mencapai prioritas yang paling vital bagi kita. Konsentrasi berarti berfokus pada sesuatu. Kekuasaan adalah kemampuan untuk menghasilkan akibat tertentu. Pengalaman kita meliputi masa yang lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Orang yang mengelola Waktu secara efektif menggunakan masa yang lalu, apa yang cocok dari masa kini dan mengantisipasi masa yang akan datang. 
  1. Intensitas Belajar

Jika dikaitkan dengan kata intensitas, yang berarti keseringan atau ke-biasaan menggunakan sesuatu secara teratur dan berkala, maka intensitas belajar bisa diartikan sebagai keseringan seseorang dalam hidupnya untuk menekuni sesuatu yang berasal dari pengalaman, praktek hidup, latihan hidupnya dengan menggunakan panca-inderanya.

 

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan waktu penelitian 

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tomohon, dan penelitian ini dilakukan pada  bulan Oktober-November 2012.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan variabel-variabel sebagai berikut:

C. Populasi dan Sampel 

1. Populasi

 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Jurusan TKJ di SMK N 1 Tomohon yang berjumlah 106 siswa.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMK N 1 Tomohon jurusan TKJ. Teknik pengambilan sampel secara Proportionate Startificate Random Sampling dengan memakai rumusan alokasi proportional dari Sugiyono dalam Riduwan (2011 : 66) besar sampel adalah sebagai berikut:

Dalam penelitian ini, tidak semua siswa diteliti tetapi hanya mengambil sampel yang representative terhadap populasi. Sebelum menentukan jumlah sampel  masing-masing kelas ditentukan dahulu jumlah sampel dari kedua kelas tersebut dengan rumus populasi yang sudah diketahui sebesar 106 orang dengan tingkat presisi sebesar 15%.

D.    Definisi Operasional

Yang menjadi variable penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas

a. Manajemen Waktu (X1)

Manajemen dalam hubungannya dengan Waktu, dikenal adanya suatu istilah yang disebut “Kekuasaan Akan Waktu” (Time Power). Pengelolaan Waktu adalah keahlian khusus untuk mengontrol berbagai peristiwa. Manajemen adalah keahlian khusus atau kepandaian untuk mengontrol. Maka dalam upaya pengelolan Waktu yang seefektif mungkin dibutuhkan adanya kepercayaan diri (self Reliance) sebagai bagian inti karena dapat membantu  meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang sesuai mengenai cara mengontrol peristiwa yang diharapkan.

b. Intensitas Belajar (X2)

Intensitas belajar siswa adalah suatu rasa kesukaan yang besar untuk melalakukan sesuatu dengan berulang-ulang.Maka yang dimaksud dengan intensitas belajar sebagai variable bebas (X2) adalah keinginan siswa untuk selalunbelajar danmeningkatkan kemampuan mengenai mata pelajaran produktif dijurusan multimedia dan terlihat dari upaya – upaya siswa di SMK Negeri 1 Tomohon untuk memenuhi keinginan itu.

2. Variabel Terikat

Hasil belajar (Y)

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh seseorang dari suatu interaksi dalam proses pembelajaran. Maka yang dimaksud dengan hasil belajar sebagai variable terikat (Y) adalah kemampuan yang diperoleh siswa SMK Negeri 1 Tomohon setelah belajar dan diambil sari  nilai rata – rata  semester mata pelajaran produktif.

 

E.     Teknik Pengumpulan Data 

Data pada setiap variabel penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket yang disusun dengan menggunakan skala Likert.

1. Angket Variabel Manajemen Waktu

Angket variabel Manajemen Waktu disusun sesuai dengan indikator variabel,

a. Aktivitas hidup yang teratur
b. Ada pembagian waktu hidup sejak bangun pagi sampai tidur malam
c. Ada pengaturan waktu untuk kegiatan penting dalam hidup
d. Ada skala prioritas dalam pembagian waktu untuk kegiatan penting
e. Ada konsentrasi untuk berfokus pada prioritas utama dalam hidup

Selanjutnya sebelum diterjunkan pada penelitian sebenarnya, angket akan diuji validitas dan reliabilitas. Pengujian validitas dilakukan dengan menghitung indeks korelasi antara skor setiap butir dan skor total dengan menggunakan  korelasi product moment.Butir-butir yang dianggap valid atau diterima memiliki koefisien korelasi ≥ 0.361.Untuk harga yang lain dinyatakan gugur. Dengan menggunakan bantuan program ‘Microsoft Excel’ dapat dihitung indeks korelasi setiap butir.

Dari hasil pengujian validitas butir instrument manajemen waktu menunjukkan bahwa dari 30 butir soal angket yang diberikan kepada responden, terdapat 26 butir dinyatakan valid karena koefisien korelasi memenuhi kriteria r ≥ 0.361.

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menghitung koefisien reabilitas butir-butir yang valid menggunakan koefisen Alpha Cronbach.Dari butir-butir yang valid, dan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0.90.

Perhitungan selengkapnya uji validitas dan reliabilitas instrument penelitian manajemen waktu berturut-turut dapat dilihat pada lampiran 2 dan 3.

2. Angket variabel Intensitas Belajar

Angket variabel intensitas belajar disusun sesuai dengan indikator variabel.

a. Aktivitas hidup yang terarah
b. Selalu mengikuti studi di sekolah sesuai dengan jadwal yang ada.
c. Mengikuti jadwal yang sudah dibuat.
d. Pola hidup studi atau belajar yang teratur walaupun tanpa ada jadwal harian karena proses pembiasaan.

Selanjutnya sebelum diterjunkan pada penelitian sebenarnya, angket akan diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian validitas dilakukan dengan menghitung indeks korelasi antara skor setiap butir dan skor total dengan menggunakan korelasi product moment.Butir-butir yang dianggap valid atau diterima memiliki koefisien korelasi ≥ 0.361.Untuk harga yang lain dinyatakan gugur.  Dengan menggunakan bantuan program ‘Microsoft Excel’ dapat dihitung indeks korelasi setiap butir.

Dari hasil pengujian validitas butir instrument minat menunjukkan bahwa dari 30 butir soal angket yang diberikan kepada responden, terdapat 27 butir dinyatakan valid karena koefisien korelasi memenuhi kriteria r ≥ 0.361.

Pengujian reliabilitas dilakukan terhadap butir-butir yang valid, dan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0.88.

F. Teknik Analisis data

Teknik analisis data mencakup penyajian/deskripsi data, pengujian persyaratan analisis dan pengujian hipotesis sebagai berikut.

1. Deskripsi Data

Untuk mendeskripsikan data setiap variabel Manajemen waktu (X1), Intensitas Belajar (X2) dan hasil Belajar (Y), menggunakan statistic deskriptif yang mencakup nilai rata-rata (mean), dan simpangan baku (standard deviation).

2. Pengujian Persyaratan Analisis

Pengujian persyaratan analisis untuk kepentingan pengujian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Pengujian normalitas data dengan menggunakan uji Lilliefors.
  2. Pengujian lineritas dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk hubungan variabel X1Y dan X2 Y.
  3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis satu dan dua menggunakan analisis regresi sederhana dan korelasi pearson product moment. Sedangkan pengujian hipotesis tiga menggunakan korelasi ganda.Menurut Ridwan Rumus korelasi ganda yang digunakan adalah sebagai berikut:

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Data

1. Manajemen Waktu

Data variabel manajemen waktu menunjukkan bahwa skor tertinggi adal
ah 120 dan skor terendah adalah 55. Berdasarkan data tersebut juga didapatkan harga modus sebesar 80.16, median 84.75, harga rata-rata 87.5 dan simpangan baku 16.85

2. Intensitas Belajar

Data variabel Intensitas Belajar menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah 121 dan skor terendah adalah 61. Berdasarkan data tersebut juga didapatkan harga modus sebesar 83, median 91.92, harga rata-rata 94.83 dan simpangan baku 15.97

3. Hasil Belajar

Data variabel hasil belajar menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah 95 dan skor terendah adalah 70. Berdasarkan data tersebut juga didapatkan harga modus sebesar 81.16, median 84.5, harga rata-rata 84.83 dan simpangan baku 6.72

  • Hubungan Manajemen Waktu (X1) dengan hasil belajar (Y)

Berdasarkan hasil analisis pengujian antara Manajemen Waktu (X1) dengan hasil belajar (Y), diperoleh persamaan regresi Ý = a + b X= 29.91 + 0.35 (X)dan besarnya koefisien korelasi = 0.860, berdasarkan tabel interprestasi koefisien korelasi nilai r hal ini menunjukkan tingkat hubungan yang kuat antara Manajemen Waktu dengan hasil belajar. Selanjutnya untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel X1 terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan sebagai berikut: KP = r2x100% = 0,8602x100% = 73.96%. Dengan demikian besarnya sumbangan variabel Manajemen Waktu terhadap variabel hasil belajar adalah sebesar 73.96%.

Berdasarkan hasil pembahasan di atas  menunjukkan bahwa manajemen waktu sangat berpengaruh dalam melakukan suatu pekerjaan, karena dengan memiliki manajemen waktu yang baik suatu pekerjaan akan terlaksanan dengan baik dan memiliki hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan bekerja tetapi tidak memiliki manajemen waktu yang baik. Dapat dilihat manajemen waktu siswa di SMK Negeri 1 Tomohon masih berada dibawah rata – rata itu diakibatkan karena kurangnya kesadaran siswa dalam mengatur waktu sehingga 50%  yaitu 15 siswa masih memiliki sikap yang kurang baik dalam kelas 30% yaitu 10 siswa berada pada  rata – rata dan 20%  yaitu 5 siswa yang ada diatas rata – rata. Jadi dengan adanya manajemen waktu yang baik maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan para siswa pun akan memperoleh hasil yang memuaskan.

  • Hubungan antara Intensitas Belajar (X2) dan hasil belajar (Y)

Berdasarkan hasil perhitungan analisis hubungan X2 dengan Y atau antara Intensitas Belajar dengan hasil belajar, diperoleh persamaan regresi  = a + bX = 49.09 + 0.36  (X) dan besarnya koefisien korelasi = 0.443, berdasarkan tabel interprestasi koefisien korelasi nilai r hal ini menunjukkan tingkat hubungan yang kuat antara Intensitas Belajar dengan hasil belajar. Selanjutnya untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel X2 terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan sebagai berikut: KP = r2 x 100% = 0.4432x 100% = 19.62%. Dengan demikian besarnya sumbangan variabel Intensitas Belajar terhadap variabel hasil belajar adalah sebesar 19.62%.

Berdasarkan hasil pembahasan di atas ini menunjukkan bahwa Intensitas Belajar erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai dalam belajar, akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya kemauan untuk selalu belajar. Pada dasarnya siswa di SMK Negeri 1 Tomohon sudah memiliki Intensitas Belajar yang baik, serta ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Teknik Komputer dan Jaringan. Sehingga Intensitas Belajar siswa di SMK Negeri 1 Tomohon berada diatas rata – rata 75% yaitu sekitar 22 siswa memang memiliki Intensitas Belajar yang kuat, 27% berada pada rata – rata yaitu 7 siswa dan 3% berada dibawah rata – rata yaitu hanya 1 siswa yang memiliki Intensitas Belajar belajar yang kurang.

Dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran pada mata pelajaran KKPI, siswa harus memiliki suatu keinginan untuk mendalami mata pelajaran yang dipelajarinya agar siswa dapat mengikuti pelajaran tersebut dengan bersemangat dan selalu ada rasa ingin tahu dan lebih mendalami bidangnya di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan agar supaya dapat meraih hasil yang  sesuai dengan usaha dan tanggung jawab siswa itu sendiri.

  • Hubungan antara Manajemen Waktu dan Intensitas Belajar dengan hasil belajar

Hasil perhitungan analisis hubungan X1 dan X2 secara bersama-sama dengan (Y), menunjukan besarnya Fhitung = 24 dengan taraf kepercayaan a 0,05 dan dk = n – k – 1= 30 – 2 - 1 = 27, sehingga ditemukan Ftabel = 3,35. Jadi Fhitung lebih besar dari F­tabel,yaitu Fhitung = 24 > Ftabel = 3,35. Dengan demikian menunjukan bahwa nilai yang diperoleh dari Fobservasi adalah signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hubungan antara X1 dan X2 dengan Y atau terdapat hubungan yang signifikan antara Manajemen Waktu dan Intensitas Belajar dengan hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Tomohon.

Berdasarkan hasil pembahasan, menunjukkan bahwa manajemen waktu dan Intensitas Belajar sangat penting dan sangat berperan dalam menentukan hasil belajar siswa. Siswa yang mempunyai manajemen waktu yang baik, akan lebih disiplin, siap didalam mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya, Intensitas Belajar berperan sebagai pendorong bagi siswa agar lebih sering belajar, menyukai serta menikmati setiap pelajaran yang disajikan guru serta giat didalam melakukan kegiatan belajar, sehingga dapat memperoleh hasil yang memuaskan serta dapat mengembangkan potensi yang ada dan akan lebih meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang tinggi dan mempunyai kompetensi didalam bidang komputer. Dengan adanya manajemen waktu yang baik dan Intensitas Belajar siswa terhadap jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Menunjukan adanya respon yang positif, Untuk meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan  mutu pendidikan itu sendiri.

 

Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang dilaporkan pada bab IV adalah sebagai berikut.

Pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan hasil belajar siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon. Hubungan tersebut juga berbanding lurus dan sangat berarti, menunjukkan bahwa manajemen waktu mempengaruhi hasil belajar siswa. Dapat dilihat manajemen waktu di SMK Negeri 1 Tomohon masih berada dibawah rata – rata itu diakibatkan karena kurangnya pemanfaatan waktu belajar sehingga 50%  yaitu 15 siswa banyak membuang waktu untuk hal-hal yang kurang baik, dan mengabaikan waktu untuk belajar 30% yaitu 10 siswa berada pada  rata – rata dan 20%  yaitu 5 siswa yang ada diatas rata–rata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika manajemen waktu siswa baik,  maka hasil belajar siswa akan tinggi. Begitu pula sebaliknya,jika manajemen waktu siswa kurang baik maka hasil belajar siswa akan rendah.

Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas belajar dan hasil belajar siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon. Pada dasarnya siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon sudah memiliki intensitas yang besar untuk belajar di jurusan TKJ serta ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang TKJ. Sehingga intensitas belajar siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon berada diatas rata – rata 75% yaitu sekitar 22 siswa memang memiliki intensitas belajar yang kuat, 27% berada pada rata – rata yaitu 7 siswa dan 3% berada dibawah rata – rata yaitu hanya 1 siswa yang memiliki intensitas belajar yang kurang.

Hubungan tersebut juga berbanding lurus dan sangat berarti, menunjukkan bahwa intensitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika intensitas belajar tinggi maka hasil belajar siswa akan tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika intensitas belajar kurang maka hasil belajar siswa akan rendah.

Ketiga, terdapat hubungan secara bersama-sama antara manajemen waktu dan intensitas belajar dengan hasil belajar siswa jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Tomohon. Hubungan tersebut sangat berarti, menunjukkan bahwa manajemen waktu dan intensitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika manajemen waktu baik dan intensitas belajar tinggi maka hasil belajar siswa akan tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika manajemen waktu kurang baik dan intensitas belajar kurang maka hasil belajar siswa akan rendah.

2. Saran

Saran yang dapat dikemukakan yaitu perlu bimbingan kepada siswa untuk lebih meningkatkan manajemen waktu supaya dapat menyisihkan waktu untuk belajar sendiri maupun belajar kelompok agar supaya semakin banyak pengetahuan yang diketahui.  

Sehubungan dengan hasil penelitian ini maka hasil belajar dapat ditingkatkan melalui peningkatan manajemen waktu yang baik. intensitas belajar dapat ditingkatkan dengan adanya kesadaran siswa untuk meningkatkan rasa ingin tahunya dalam belajar dan mendalami bidang keahlian TKJ serta didukung dengan adanya fasilitas yang memadai dalam rangka menunjang peningkatan potensi yang ada serta diperlukan motivator yang mengarahkan siswa untuk lebih sering belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah. Dengan demikian hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dan mutu pendidikan juga akan meningkat.

Pada akhirnya dikemukakan saran bahwa perlu diadakanya penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2012. Pengertian Manajemen, (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen, diakses pada 16 Januari 2013) Pukul. 09.46 WITA.

Anonim. 2012. Definisi Manajemen, (online), (http://ielmy.wordpress.com/other/definisi-manajemen/, diakses pada 16 Januari 2013) Pukul. 09.50 WITA.

Anonim. 2012. Intensitas dalam belajar siswa, (online), (http://suaranuraniguru.wordpress.com/2011/12/01/intensitas-dalam-belajar-siswa/, diakses pada 16 Januari 2013) Pukul. 10.12 WITA.

Arikunto. 2001. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Asnawi.1999. Manajemen Kinerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Kambey, Daniel. 2006. Landasan Teori Administrasi/Manajemen. Yayasan Tri Ganesa, Manado.

Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka – DEPDIKBUD, 1995.

Riduwan. 2009. Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Riduwan. 2011. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan peneliti pemula. Bandung: Alfabeta

Sianturi, Lobu T. 1984. Dasar-dasar manajemen kepegawaian. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaharuhinya.  Jakarta: PT Rineke Cipta.

Siagian, Sondang P. 1976. Peranan Staf Dalam Managemen. Jakarta: Gunung Agung.

Spillane. James J. 2003.Time Management: Pedoman Praktis Pengelolaan Waktu. Yogyakarta: Kanisius.

Suryabrata, Sumadi. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan; pendekatan kuantitatif, kualitatf dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiono. 2009. Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta

Umaedi. 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah sebuah Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Sekolah Untuk Peningkatan Mutu.

Wiludjeng Sri. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilm


Dibaca: 1565 kali